-->

CARA MENGHADAPI ANAK REMAJA YANG MULAI PACARAN

Cara menghadapi anak remaja pacaran

Gaya pacaran anak remaja zaman sekarang sangat menghawatirkan. Akibat dari semakin mudahnya mengakses informasi yang tidak tersaring dengan baik. Sehingga orang tua sekarang harus pandai menjiwai anak agar tidak terjerumus pada gaya pacaran yang buruk. Ayah bunda tidak bisa hanya melarang dan menghukum anak saat ketahuan pacaran. Karena tindakan tersebut tidak efektif untuk sebagian anak remaja. Ayah bunda bisa lakukan cara - cara berikut.

Membuka komunikasi dua arah
Anak yang tidak suka mendengar orang tua, karena suaranya tidak didengar orang tua atau pendapatnya tidak pernah diminta dalam diskusi keluarga. Buatlah anak remaja anda merasa 'kehadirannya' penting dalam keluarga. Beberapa diskusi ringan tentang sekolahnya, teman - temannya, kegiatan ekskul dan hobi, serta beberapa pujian sederhana sudah membuat anak senang berada dan terhubung dengan anda secara emosional. Sebab, anak yang kurang bahagia di keluarga, akan mencari kebahagiaan di 'luar keluarga'.

Berbagi cerita tentang masa pacaran ayah dan bunda
Tidak perlu merasa sungkan atau malu menceritakan masa pacaran ayah dan bunda kepada anak remaja anda. Anak remaja butuh figur yang bisa dicontoh bagi mereka. Bayangkan saja beberapa sinetron ftv mempertontonkan gaya pacaran yang buruk. Dan itu yang ditonton anak - anak tanpa sepengetahuan ayah bunda. Agar anak tidak meniru apa yang ada di tayangan tv maupun youtube, ceritakanlah bagaimana proses perkenalan ayah dan bunda. Mengisi masa pacaran (di usia yang pas) dengan kegiatan sederhana dan positif.

Mengobrol dengan anak tentang masa depannya
Membicarakan masa depan anak tidak harus menunggu anak berusia 15 tahun ke atas. Anak sudah bisa diajak ngobrol tentang rencana masa depan dia sejak SD. Apakah itu terlalu dini? TIDAK. Selama ayah bunda terampil dalam mengemas obrolan tersebut menjadi ringan dan menarik dan mudah dipahami, sehingga anak tidak tertekan tetapi justru merasa ANTUSIAS. Dengan seringnya berbincang - bincang dengan ayah bunda, anak menjadi SADAR dan PEDULI dengan masa depannya.

Ajari anak bagaimana cara berteman yang baik dengan lawan jenisnya
Lagi - lagi diskusi ringan namun bermutu di butuhkan untuk mengajarkan anak cara berteman dengan lawan jenisnya. Ayah bunda memang harus selalu berinisiatif membuka diskusi ringan. Karena anak remaja cenderung malu dan takut bertanya terlebih dulu ke orang tua. Ajarkan anak batas - batas bersentuhan secara fisik dan norma - norma berkomunikasi. Sehingga anak bisa menjaga dirinya dari perbuatan yang merugikan dirinya dan teman lawan jenisnya.

Penuhi kebutuhan anak akan perhatian dan pujian dengan porsi yang tepat
Usia remaja memang rentan dengan berbagai ranjau. Bila orang tua lengah, anak bisa terkena ranjau. Ayah bunda harus ektra sabar dan peduli dengan kebutuhan anak akan pujian dan perhatian. Namun jangan paksakan gaya busana anak harus sama dengan orang tua. Biarkan anak yang memilih selama masih wajar dan sopan. Tak lupa sebelum anak tidur, katakan pada anak bahwa anda menyayanginya. Agar rasa sayang anak kepada orang tua tertanam dalam di pikirannya. Kemanapun anak remaja anda pergi, ia selalu menjaga agar perbuatannya tidak melukai hati ayah bundanya.

Apabila anak ketahuan pacaran, padahal anda tidak mengijinkan ia pacaran
Lihat situasi dahulu, jika di keramaian, ajak anak pulang dahulu. Tidak disarankan membentak atau memaki anak di tengah kerumunan orang. Yang ada malah anak jadi malu dan kesal sama orang tua. Tahan emosi ayah bunda, lalu luapkan di rumah dengan meremas kertas atau meninju bantal di kamar. Setelah tenang, temui anak untuk membicarakan masalah tersebut. Cari tahu apa motif anak sehingga ia pacaran. Dengan mengetahui motifnya secara jujur dan jelas dari anak, ayah bunda bisa memberi alternatif solusi untuk si anak. Misalnya motif anak karena diejek oleh teman - temannya sebagai cowok/ cewek jomblo / tidak laku. Ayah bunda bisa mengingatkan lagi bahwa 'suatu hari nanti anak akan punya pekerjaan mapan, maka anak tinggal memilih mana pria / wanita yang terbaik untuknya'. Intinya ialah keterbukaan, kejujuran anak kepada orang tua. Demikian juga ayah bunda harus sabar mengingatkan dan mengarahkan anak.

0 Response to "CARA MENGHADAPI ANAK REMAJA YANG MULAI PACARAN"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel